Anandya, Shinta Nur Amalia Rasid (2025) Pengaruh diabetic foot exercise terhadap penurunan glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah Puskesmas Kenjeran Surabaya. Skripsi thesis, Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya.
|
Text
1. Cover.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
2. Halaman Persetujuan Pembimbing.pdf Restricted to Repository staff only Download (352kB) |
|
|
Text
3. Halaman Pengesahan Penguji.pdf Restricted to Repository staff only Download (303kB) |
|
|
Text
4. Surat Pernyataan Orisinalitas.pdf Restricted to Repository staff only Download (327kB) |
|
|
Text
5. Abstrak.pdf Download (306kB) |
|
|
Text
6. Kata Pengantar.pdf Restricted to Repository staff only Download (121kB) |
|
|
Text
7. Daftar Isi.pdf Download (365kB) |
|
|
Text
8. Daftar Tabel.pdf Download (147kB) |
|
|
Text
9. Daftar Gambar.pdf Download (147kB) |
|
|
Text
10. Daftar Singkatan dan Simbol.pdf Download (6kB) |
|
|
Text
11. Daftar Lampiran.pdf Download (14kB) |
|
|
Text
12. Bab 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (138kB) |
|
|
Text
13. Bab 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (335kB) |
|
|
Text
14. Bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (22kB) |
|
|
Text
15. Bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (542kB) |
|
|
Text
16. Bab 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (353kB) |
|
|
Text
17. Bab 6.pdf Restricted to Repository staff only Download (153kB) |
|
|
Text
18. Daftar Pustaka.pdf Download (143kB) |
|
|
Text
19. Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
|
|
Text
20, Artikel.pdf Restricted to Repository staff only Download (924kB) |
|
|
Text
21. Skripsi Lengkap.pdf Restricted to Repository staff only Download (9MB) |
Abstract
Tantangan utama dalam penatalaksanaan klinis Diabetes Melitus Tipe 2 adalah fenomena persistensi hiperglikemia, di mana kadar gula darah pasien tetap tinggi meskipun regimen farmakologis telah diberikan. Kegagalan terapi ini sering kali berakar pada absennya integrasi manajemen non-farmakologis yang adekuat, terutama rendahnya kepatuhan terhadap aktivitas fisik rutin. Sebagai solusi terapeutik, Diabetic Foot Exercise atau senam kaki diabetes ditawarkan sebagai modalitas latihan fisik sederhana yang memusatkan gerakan pada ekstremitas bawah. Mekanisme latihan ini bekerja dengan cara mengoptimalkan kontraksi otot kaki dan melancarkan sirkulasi darah perifer, yang secara fisiologis berpotensi meningkatkan sensitivitas penggunaan glukosa oleh sel dan menurunkan kadar gula dalam darah. Penelitian ini dirancang secara sistematis untuk memvalidasi efektivitas intervensi senam kaki tersebut terhadap profil glikemik pasien. Kerangka metodologis yang diadopsi adalah desain pre-experimental dengan model one group pretest–posttest, melibatkan 41 partisipan penderita diabetes melitus tipe 2 yang direkrut melalui teknik purposive sampling. Protokol intervensi dilaksanakan secara disiplin dengan frekuensi latihan tiga kali seminggu, berdurasi 15 hingga 20 menit per sesi selama kurun waktu tiga minggu. Untuk mengukur signifikansi perubahan, pengukuran glukosa darah acak dilakukan pada fase pra dan pasca-intervensi, kemudian data diolah menggunakan uji statistik non-parametrik Wilcoxon Signed Rank Test dengan taraf signifikansi 95% (α = 0,05). Analisis data empiris menunjukkan adanya pergeseran kuantitatif yang positif pada kondisi glikemik subjek penelitian. Rerata kadar glukosa darah partisipan tercatat menurun dari angka basis 222,68 mg/dL sebelum intervensi menjadi 208,71 mg/dL setelah penyelesaian program latihan. Penurunan angka rerata ini memberikan bukti statistik yang kuat bahwa diabetic foot exercise memiliki pengaruh nyata dan signifikan dalam membantu mereduksi kadar glukosa darah acak pada pasien diabetes. Temuan ini mengonfirmasi bahwa aktivitas pergerakan kaki yang terstruktur mampu menjadi katalisator perbaikan metabolisme glukosa tubuh. Secara klinis, studi ini menyimpulkan bahwa diabetic foot exercise merupakan terapi komplementer yang efektif, yang harus dijalankan beriringan dengan kepatuhan konsumsi obat dan pengaturan diet ketat. Metode ini sangat direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam standar asuhan keperawatan mandiri karena sifatnya yang praktis, ekonomis tanpa memerlukan biaya peralatan, serta mudah dilakukan oleh pasien di lingkungan rumah. Dengan demikian, latihan ini menjadi strategi manajemen non-farmakologis yang strategis untuk meningkatkan kontrol gula darah jangka panjang.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributor NIDN/NIDK UNSPECIFIED Dwi, Utari Widyastuti nidn4030057201 UNSPECIFIED Nikmatul, Fadilah nidn4001037701 |
| Additional Information: | 2SKR20260056 |
| Uncontrolled Keywords: | Diabetes Melitus Tipe 2, Glukosa Darah, Diabetic Foot Exercise |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Surabaya > Jurusan Keperawatan > Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan |
| Depositing User: | Naila Sankrisza |
| Date Deposited: | 05 Feb 2026 05:20 |
| Last Modified: | 05 Feb 2026 05:20 |
| URI: | http://repo.poltekkes-surabaya.ac.id/id/eprint/11176 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

