Dwi, Purwanti and Uswatun, Khasanah and Elfira, Nurul Aini (2024) Pemberdayaan kader tentang pencegahan pernikahan dini remaja putri dengan metode EMODEMO (Emotional Demonstration) dalam upaya pencegahan stunting di Desa Wonoayu Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo. Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Surabaya.
|
Text
2024_ LAP PENGABMAS DWI PURWANTI, USWATUN, ELFIRA _ SKEMA PkM_ .pdf Restricted to Repository staff only Download (416kB) |
Abstract
Pernikahan usia dini adalah pernikahan yang dilakukan remaja kurang atau sama dengan 18 tahun, yang secara fisik, fisiologis dan psikologis belum memiliki kesiapan untuk memikul tanggugjawab perkawinan. sesuai Undang-Undang Perlindungan anak, usia kurang dari 18 tahun masih tergolong anak-anak. Salah satu dampak pernikahan usia dini adalah bayi yang dilahirkan memiliki resiko kematian lebih tinggi, lahir prematur, berat badan, lahir rendah (BBLR), dan kekurangan gizi, resiko hambatan pertumbuhan (stunting). Desa Wonoayu merupakan salah satu lokus stunting di Kabupaten Sidoarjo. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah. World Health Organization (WHO) di Indonesia. “Hasil studi, organisasi kesehatan dunia atau WHO menyebutkan, salah satu masalah stunting karena tingginya pernikahan dini. Menurut Laporan PJ Pernikahan di Desa Wonoayu masih adanya pernikahan usia dini di tahun 2021 – April 2023 ada ada 7 menikah dengan kategori usia < 20 tahun. Korelasi pernikahan dini dengan stunting, berkaitan dengan pola asuh. Belum semua kader dan remaja mendapatkan informasi dan edukasi tentang pencegahan pernikahan dini dalam upaya pencegahan stunting. Modul EmoDemo. Emotional Demonstration (EmoDemo) merupakan teknik yang digunakan dalam memberikan pemahaman kepada remaja putri terkait pencegahan pernikahan usia dini berhubungan dengan stunting. Hasil pengabdian masyarakat, bahwa dengan Pemberdayaan 35 Kader dan 2 Remaja (Kelompok GenRe) tentang pencegahan pernikahan dini remaja putri dengan metode EmoDemo dalam upaya pencegahan stunting. Terdapat peningkatan pengetahuan Para Kader dan GenRe terkait hubungan pernikahan dini dengan kejadian Stunting. dari sebelum dan sesudah pelaksanan EmoDemo. Rerata nilai pre test sebelum dilakukan EmoDemo adalah 92,43 dan setelah dilakukan EmoDemo rerata nilai post test meningkat menjadi 98,92. Kesimpulannya adalah bahwa Modul EmoDemo metode efektif, partisipatif, inovatif dan menyenangkan digunakan mengedukasi masyarakat.
| Item Type: | Monograph (Project Report) |
|---|---|
| Additional Information: | Pernikahan dini; pencegahan; stunting |
| Subjects: | H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman R Medicine > Midwifery A General Works > Food and Nutrition > Nutrition |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Surabaya > Pusat Penelitan dan Pengabdian Masyarakat > Pengabdian Masyarakat |
| Depositing User: | Naila Sankrisza |
| Date Deposited: | 04 Jun 2026 06:24 |
| Last Modified: | 04 Jun 2026 06:24 |
| URI: | http://repo.poltekkes-surabaya.ac.id/id/eprint/12140 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

