SOFIA, SARIRA (2025) CASE REPORT PADA PRIMIGRAVIDA TRIMESTER III DENGAN ANEMIA RINGAN DAN LETAK LINTANG DI WILAYAH PUSKESMAS TONGGUH. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES SURABAYA.
|
Text
1. COVER (COVER LUAR, COVER DALAM).pdf Download (1MB) |
|
|
Text
2. HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING.pdf Download (225kB) |
|
|
Text
3. HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING.pdf Download (330kB) |
|
|
Text
4. SURAT PERRNYATAAN ORISINALITAS.pdf Download (461kB) |
|
|
Text
5. ABSTRAK.pdf Download (400kB) |
|
|
Text
6. KATA PENGANTAR.pdf Download (373kB) |
|
|
Text
7. DAFTAR ISI.pdf Download (484kB) |
|
|
Text
8. DAFTAR TABEL.pdf Download (370kB) |
|
|
Text
9. DAFTAR SINGKATAN DAN SIMBOL.pdf Download (353kB) |
|
|
Text
10. DAFTAR LAMPIRAN.pdf Download (128kB) |
|
|
Text
11. BAB 1.pdf Download (377kB) |
|
|
Text
12. BAB 2.pdf Download (593kB) |
|
|
Text
13. BAB 3.pdf Download (305kB) |
|
|
Text
14. BAB 4.pdf Download (523kB) |
|
|
Text
15. BAB 5.pdf Download (521kB) |
|
|
Text
16. BAB 6.pdf Download (241kB) |
|
|
Text
17. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (375kB) |
|
|
Text
18. LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
Abstract
Anemia dalam kehamilan merupakan kondisi dimana sel darah merah atau kadar hemoglobin kurang dari 11 g/dL. Berdasarkan data profil kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2023 tercatat jumlah ibu hamil yang mengalami anemia 10,58%. Sedangkan angka kejadian anemia di Kabupaten Bangkalan sebesar 9,07%. Sementara itu, berdasarkan data dari puskesmas tongguh tahun 2024 sebanyak 27% ibu hamil yang mengalami anemia dari 225 ibu hamil. Anemia terjadi karena adanya perubahan pada sistem kardiovaskular yang menyebabkan hemodilusi, penyebab lain seperti status gizi, penyakit yang menyertai, ketidakteraturan mengkonsumsi tablet Fe. Tujuan dilakukan ini untuk mengidentifikasi data subjektif, data objektif, analisa, dan penatalaksanaan pada ibu primigravida trimester III G1P0A0 usia kehamilan 33-34 minggu dengan anemia ringan. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan case report. Penelitian dilakukan di Puskesmas Tongguh, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan. Pada periode januari hingga mei 2025. Subjek penelitian adalah ibu primigravida trimester III dengan janin letak lintang dan yang mengalami anemia ringan (10-10,9 g/dL). Pengumpulan data dilakukan sebanyak 3 kali kunjungan, data dikumpulkan melalui wawancara, pengkajian fisik, dan dokumentasi asuhan kebidanan (SOAP). Penelitian ini dilaksanakan sesuai prinsip etika, dengan informed consent yang telah ditandatangani oleh pasien setelah mendapatkan penjelasan mengenai tujuan pada penelitian. Asuhan kebidanan dilakukan sebanyak 3 kali kunjungan, berdasarkan pengumpulan data, didapatkan pada masa kehamilan Ny. I G1P0A0 usia kehamilan 33-34 minggu, pada kunjungan pertama ibu mengeluh nyeri perut bagian bawah sebelah kiri, didapatkan hasil pemeriksaan palpasi abdomen janin dalam keadaan lintang dan hasil pemeriksaan Hb 10,2 g/dL, asuhan yang diberikan terkait keteraturan konsumsi tablet zat besi, pola makan, dan memperbanyak gerakan sujud. Hasil pada kunjungan kedua keluhan nyeri perut bagian bawah sebelah kiri masih dirasakan dan pada palpasi ekstremitas bawah terdapat oedem, hal ini disebabkan janin yang masih melintang, edukasi yang diberikan meninggikan posisi kaki saat tidur, dan disarankan tidak membiarkan kaki tergantung saat tidur. Hasil pada kunjungan ketiga pada pemeriksaan Hb 11,3 g/dL hal ini ditunjukkan dengan adanya kenaikan kadar Hb, keluhan nyeri perut ini semakin meningkat sehingga mengganggu istirahat ibu, asuhan yang yakni mengajarkan ibu posisi tidur yang nyaman, dan menganjurkan ibu untuk tetap mepertahankan keteraturan mengkonsumsi tablet Fe dan mempertahankan pola makan yang seimbang. Setelah dilakukan asuhan menyeluruh sebanyak 3 kali kunjungan, yang meliputi edukasi pola makan, keteraturan mengkonsumsi tablet Fe sehingga kadar Hb 10,2 g/dL menjadi 11,2 g/dL, anjuran melakukan gerakan sujud agar posisi janin berubah dari melintang menjadi letak kepala, pada setiap kunjungan dilakukan evalusai dan mempertahankan keteraturan meminum tablet Fe, pola makan seimbang, dan melakukan kontrol ulang ANC secara rutin. Hal ini membuktikan bahwa pendampingan yang diberikan selama masa kehamilan terbukti dapat meningkatkan kesehatan ibu dan janin. Kata kunci: letak lintang, kehamilan, anemia ABSTRACT Anemia during pregnancy is defined as a hemoglobin (Hb) level below 11 g/dL. Based on the 2023 Health Profile of East Java Province, 10.58% of pregnant women experienced anemia. In Bangkalan Regency, the reported prevalence was 9.07%. Additionally, data from the Tongguh Public Health Center in 2024 showed that 27% of pregnant women out of 225 had anemia. This condition often results from cardiovascular changes during pregnancy that cause hemodilution. Other contributing factors include poor nutritional status, underlying illnesses, and inconsistent iron (Fe) tablet intake. This study aimed to identify subjective and objective data, conduct clinical analysis, and describe the management of a third-trimester primigravida (G1P0A0) at 33–34 weeks of gestation diagnosed with mild anemia. The research used a descriptive case report design and was conducted at Tongguh Public Health Center, Arosbaya District, Bangkalan Regency, from January to May 2025. The subject was a third-trimester primigravida with a fetus in a transverse lie and a hemoglobin level between 10.0 and 10.9 g/dL. Data collection took place over three visits through interviews, physical assessments, and midwifery documentation following the SOAP (Subjective, Objective, Assessment, Plan) format. The study followed ethical guidelines, and the patient provided informed consent after receiving a clear explanation of the study’s purpose. Midwifery care was provided during three visits. At the first visit, the patient (Mrs. I, G1P0A0, 33–34 weeks of gestation) complained of lower left abdominal pain. Abdominal palpation revealed a transverse fetal lie, and her hemoglobin level was 10.2 g/dL. Interventions included counseling on regular iron tablet intake, improving dietary habits, and encouraging sujud (prostration) movements to support fetal positioning. At the second visit, the abdominal pain persisted, and edema was noted in the lower extremities, likely due to the transverse fetal position. The patient was advised to elevate her legs while resting and avoid letting them hang. By the third visit, her hemoglobin level had risen to 11.3 g/dL, showing improvement. However, her abdominal pain had intensified, disrupting her sleep. The care plan included teaching more comfortable sleeping positions and reinforcing dietary guidance and iron tablet adherence. After three structured visits that included education on nutrition and regular iron intake, the patient’s hemoglobin level improved from 10.2 g/dL to 11.2 g/dL. The patient was also encouraged to perform sujud movements regularly to help reposition the fetus from transverse lie to cephalic presentation. Each visit included progress evaluations and support to maintain dietary habits, iron tablet consumption, and regular antenatal care (ANC) visits. These results demonstrate that continuous support during pregnancy can significantly improve maternal and fetal health outcomes. Keywords: transverse lie, pregnancy, anemia, midwifery care
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributor NIDN/NIDK UNSPECIFIED SRI, WAYANTI nidn4011045401 UNSPECIFIED SITI, ANISAK nidn4028068401 |
| Additional Information: | 7LTA20250011 |
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: letak lintang, kehamilan, anemia |
| Subjects: | R Medicine > Midwifery |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Surabaya > Jurusan Kebidanan > Program Studi DIII Kebidanan Bangkalan |
| Depositing User: | Mesgimah |
| Date Deposited: | 09 Mar 2026 01:26 |
| Last Modified: | 09 Mar 2026 01:26 |
| URI: | http://repo.poltekkes-surabaya.ac.id/id/eprint/10777 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

