Pelatihan kader dalam deteksi dini risiko berat bayi lahir rendah di Kelurahan Tambak Wedi Surabaya

Rekawati, Susilaningrum and Sri, Utami and Elfira, Nurul Aini (2025) Pelatihan kader dalam deteksi dini risiko berat bayi lahir rendah di Kelurahan Tambak Wedi Surabaya. Project Report. Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Malahayati Lampung.

[thumbnail of PELATIHAN KADER DALAM DETEKSI DINI RISIKO BERAT BAYI LAHIR RENDAH DI KELURAHAN TAMBAK WEDI SURABAYA.pdf] Text
PELATIHAN KADER DALAM DETEKSI DINI RISIKO BERAT BAYI LAHIR RENDAH DI KELURAHAN TAMBAK WEDI SURABAYA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (559kB)

Abstract

Angka kematian bayi di Kelurahan Tambak Wedi masih cukup tinggi, yaitu 8,5 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2022. Salah satu penyumbang angka kematian bayi tersebut adalah tingginya angka kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR). Beberapa faktor risiko terjadinya BBLR sebenarnya dapat diketahui secara dini oleh ibu maupun kader kesehatan. Namun permasalahan yang ditemui adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan untuk mengenali secara dini faktor risiko kelahiran BBLR. Hal ini mengakibatkan pengenalan dan pencegahan kelahiran BBLR menjadi terlambat. Kelahiran BBLR berisiko meningkatkan kesakitan dan kematian pada bayi. Kondisi ini memerlukan intervensi untuk meningkatkan kemampuan masyarakat, terutama kader, dalam melakukan upaya deteksi dini bayi BBLR. Keterbatasan pengetahuan masyarakat menjadi kendala dalam upaya deteksi dini tersebut. Meningkatkan kemampuan masyarakat, khususnya kader, dalam melakukan upaya deteksi dini bayi BBLR. Pelatihan pada Kader tentang deteksi dini resiko BBLR. Usia peserta terbanyak berada pada rentang 41-45 tahun, sebagian besar berpendidikan setingkat SMA/Sederajat dan telah menjadi kader Surabaya Hebat (KSK) selama 6-10 tahun. Rata-rata skor sebelum pelatihan sebesar 79,3 sedangkan setelah pelatihan skorenya 85,2. Dengan demikian ada kenaikan sebesar 5,9.sebagian besar kader peserta kegiatan pengmas meningkat pengetahuannya. Simpangan baku saat pre test diperoleh nilai sebesar 11,97, sedangkan saat post test diperoleh nilai simpangan baku sebesar 7,92. Simpangan baku saat pretest memiliki sebaran yang lebih luas sehingga ada perbedaan skore yang cukup besar antar peserta. Untuk simpangan baku saat post test, variasi sebaran lebih menurun, sehingga skore lebih homogen. Pelatihan kader ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu dalam deteksi dini resiko BBLR. Perlu ada penyegaraan dengan pelatihan secara berkala pada Masyarakat khususnya kader tentang deteksi BBLR dan Upaya pencegahannya.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: Kader ; deteksi dini ; BBLR
Subjects: R Medicine > Midwifery
Divisions: Poltekkes Kemenkes Surabaya > Pusat Penelitan dan Pengabdian Masyarakat > Penelitian
Depositing User: Naila Sankrisza
Date Deposited: 27 May 2026 10:35
Last Modified: 28 May 2026 03:08
URI: http://repo.poltekkes-surabaya.ac.id/id/eprint/12102

Actions (login required)

View Item View Item