Maharani, Debby Devita Ayu (2024) Gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang buang air besar sembarangan (BABS) di wilayah kerja Puskesmas Kepadangan. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Surabaya.
|
Text
1.COVER.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
2.KATA PENGANTAR.pdf Download (125kB) |
|
|
Text
3.ABSTRAK.pdf Download (307kB) |
|
|
Text
4.DAFTAR ISI.pdf Download (528kB) |
|
|
Text
5.BAB 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (472kB) |
|
|
Text
6.BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (844kB) |
|
|
Text
7.BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (558kB) |
|
|
Text
8.BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (385kB) |
|
|
Text
9.BAB 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (187kB) |
|
|
Text
10.DAPUS.pdf Download (409kB) |
|
|
Text
11.LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
MANUSKRIP B. Indonesia.pdf Restricted to Repository staff only Download (644kB) |
Abstract
Buang air besar sembarangan merupakan aktivitas buang air besar di luar daripada di toilet. Masyarakat bisa menentukan lapangan, semak, hutan, sawah, tepi sungai, parit, jalan, bendungan, serta ruang publik lain guna buang air besar. Buang air besar di tempat sembarang bisa menyebarkan penyakit. Cara yang bisa dipakai guna mencapai tujuan pembangunan milenium adalah dengan mendukung dan mendorong kehidupan sehat, seperti mencegah masyarakat untuk buang air besar sembarangan. Tujuan utama penelitian ini adalah mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang buang air besar sembarangan, yaitu di jenjang tingkat pendidikan, dan nilai kebiasaan di Wilayah Kerja Puskesmas Kepadangan. Pada penelitian ini menggunakan penilaian kuantitatif dengan rancangan desain analisis deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Bahan uji yang dikumpulkan berjumlah 44 responden yang memenuhi kriteria, selanjutnya masing-masing responden diminta mengisi kuesioner, dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan jika mayoritas masyarakat mempunyai pengetahuan baik dengan total 21 orang (47,7%) di usi 35-45 tahun, pengetahuan cukup 18 orang (40,9%), dan pengetahuan kurang sebanyak 5 orang (11,4%). Warga dusun Kepatihan mayoritas masyaraktnya memiliki pendidikan formal yakni Sekolah Dasar (SD) sebanyak 30 orang (68,2%), Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 10 orang (22,7%), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 4 orang (9,1%). Nilai kebiasaan masyarakat sendiri cenderung negatif yakni sebanyak 32 orang (72,7%) dan nilai positif sebanyak 12 orang (27,3). Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa tingginya perilaku masyarakat terkait buang air besar sembarangan di Dusun Kepatihan disebabkan oleh masih sangat rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, dan nilai perilaku yang dianggap negatif oleh masyarakat dengan menganggap bahwa buang air besar sembarangan merupakan hal yang biasa dan wajar. Oleh karenanya, penting guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya jamban seperti smart challange, arisan jamban melalui program pengabdian kepada masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Contributor NIDN/NIDK UNSPECIFIED Maziyah, Alfi nidn0710037403 UNSPECIFIED Sulystiono, Dony nidn4028097901 |
| Additional Information: | 4KTI20240039 |
| Uncontrolled Keywords: | Pengetahuan ; buang air besar sembarangan ; nilai kebiasaan |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Surabaya > Jurusan Keperawatan > Program Studi DIII Keperawatan Sidoarjo |
| Depositing User: | Nyono Rahmanto |
| Date Deposited: | 18 Dec 2025 09:12 |
| Last Modified: | 18 Dec 2025 09:12 |
| URI: | http://repo.poltekkes-surabaya.ac.id/id/eprint/10882 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

